Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Buton Utara (Butur) menetapkan 32 orang calon bidan pegawai tidak tetap (PTT),
hasil seleksi Selasa (21/4) lalu. Saat ini para calon bidan yang dinyatakan
lulus tersebut, melengkapi berkas-berkas untuk ditembuskan di Kementerian
Kesehatan (Kemenkes).

Sekretris Dinkes Butur, La Ngkuto
mengatakan, hasil tes seleksi para calon bidan PTT yang diikuti sebanyak 102
orang itu sudah diumumkan sejak Sabtu (25/4) lalu. Dari jumlah tersebut pihaknya
hanya menerima sebanyak 32 orang, sesuai formasi yang diberikan Kementerian.
"Hasil pengumuman itu kami akan ajukan di Dinkes propinsi, untuk
mendapatkan persetujuan di Kementerian. Tetapi sebelum diajukan, para calon
bidan ini harus melengkapi berkas untuk diverifilasi oleh Dinkes
propinsi,"ungkapnya.
Kata dia, proses pelaksanaan seleksi berlangsung aman dan lancar. Dinkes
melakukan penjaringan berdasarkan kemampuan atau pemahaman mereka dibidang
perbidanan, seperti tes patografi, praktik asuhan persalinan normal, dan
wawancara.
"Seleksinya ketat, karena pengangkatan bidan PTT ini tidak main-main dan
bukan sembarang orang. Sebab, mereka itulah yang akan membantu masyarakat dalam
penanganan kesehatan,"katanya.
Menurut La Ngkuto, hasil verifikasi dari Dinkes propinsi tidak akan langsung
diumumkan untuk mendapatkan surat keputusan (SK) kontrak. Tetapi hasil
verifikasi itu, akan ditembuskan dipusat untuk didata kelompok bidan PTT
tingkat kabupaten/kota.
"Jadi tinggal menunggu SK kontrak dari Kementerian. Setelah itu dilakukan
penempatan sesuai kebutuhan desa. Mudah-mudahan dengan hadirnya mereka nanti,
dapat membantu masyarakat dalam penanganan kebutuhan kesehatan utamanya bagi
ibu-ibu melahirkan,"tukasnya.
Dikatakan, sebelum ketambahan 32 orang tenaga kesehatan kontrakan tersebut,
Butur mengalami kekurangan tenaga untuk penempatan didesa-desa. Pasalnya tenaga
kesehatan didaerah bagian utara pulau Buton ini yang berstatus sebagai pegawai
negeri sipil (PNS) hanya sekitar kurang lebih 30 orang.
"Adapun itu mereka yang berstatus PNS itu lebih banyak ditugaskan dalam
kota. Sementara di desa-desa juga membutuhkan bantuan tenaga kesehatan itu.
Sehingga dengan adanya tambahan bidan PTT, maka kebutuhan tenaga kebidanan kita
tercukupi,"terang, La Ngkuto. (gol/c)