Komando
Distrik Militer (Kodim) 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa
(14/4/2015), meringkus seorang pemuda bernama Dali Halumini (26), yang mengaku
sebagai anggota TNI berpangkat sersan dua (Serda). Selain mengaku sebagai
tentara, Dali juga dituding melakukan penipuan.
Komandan
Kodim (Dandim) 1417 Kendari Letnan Kolonel (Letkol) Agus Waluyo mengatakan,
penangkapan TNI gadungan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang
menyatakan mobilnya dirental oleh seseorang yang mengaku anggota TNI. Namun
tiga bulan berselang, mobil itu belum juga dikembalikan.
"Anggota
kami mengecek akan adanya anggota bernama Serda Dali, namun tidak ada. Pria itu
mengaku sebagai intel Korem 143 HO," kata Agus kepada sejumlah media di
Markas Kodim 1417 Kendari, Selasa (14/4/2015).
Tim intel
lalu bergegas mencari keberadaan pria tersebut. Pada pukul 09.30 Wita, mobil
yang dirental oknum TNI gadungan tersebut diketahui berada di seputaran Kampus
Universitas Halu Oleo (UHO). Aparat lalu meringkus pengendara mobil tersebut,
namun yang mengendarai bukan Dali, melainkan dua orang rekannya. Keduanya lalu
memberitahukan alamat kos Dali di Wisma Torada, lalu ditangkap di kamarnya.
Dari dalam
kamar Dali, didapatkan sejumlah atribut TNI, seperti seragam pakaian dinas
harian (PDH), pakaian loreng, sebuah baret, 17 butir amunisi aktif, sebuah
pistol mainan, dan sebuah proposal pemintaan dana.
"Diduga
dia hendak melakukan penipuan untuk meminta dana ke sejumlah instansi maupun
perusahaan," jelas Agus.
Komandan
Unit Intel Kodim 1417 Kendari Letnan Satu (Lettu) Ruslan mengatakan, saat
hendak ditangkap di kamar kosnya, Dali sempat melakukan perlawanan. Ketika
diinterogasi, Dali sempat membantah kalau seragam dan peluru dalam kamarnya itu
miliknya. Padahal, pada seragam itu tertera namanya.
Setelah
didesak, Dali akhirnya mengakui bahwa seragam dan peluru tersebut diperoleh
dari seorang temannya yang baru dia kenal beberapa waktu lalu. Dia juga mengaku
kerap membantu masyarakat yang ditilang polisi untuk mengambil kembali
surat-surat atau kendaraan yang disita polisi. Dali kini diamankan di kantor
Polisi Militer (PM) Kendari.(*/Azwirman)
Komando
Distrik Militer (Kodim) 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra),
Selasa (14/4/2015), meringkus seorang pemuda bernama Dali Halumini (26),
yang mengaku sebagai anggota TNI berpangkat sersan dua (Serda). Selain
mengaku sebagai tentara, Dali juga dituding melakukan penipuan.
Komandan Kodim (Dandim) 1417 Kendari
Letnan Kolonel (Letkol) Agus Waluyo mengatakan, penangkapan TNI
gadungan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyatakan
mobilnya dirental oleh seseorang yang mengaku anggota TNI. Namun tiga
bulan berselang, mobil itu belum juga dikembalikan.
"Anggota
kami mengecek akan adanya anggota bernama Serda Dali, namun tidak ada.
Pria itu mengaku sebagai intel Korem 143 HO," kata Agus kepada sejumlah
media di Markas Kodim 1417 Kendari, Selasa (14/4/2015).
Tim
intel lalu bergegas mencari keberadaan pria tersebut. Pada pukul 09.30
Wita, mobil yang dirental oknum TNI gadungan tersebut diketahui berada
di seputaran Kampus Universitas Halu Oleo (UHO). Aparat lalu meringkus
pengendara mobil tersebut, namun yang mengendarai bukan Dali, melainkan
dua orang rekannya. Keduanya lalu memberitahukan alamat kos Dali di
Wisma Torada, lalu ditangkap di kamarnya.
Dari
dalam kamar Dali, didapatkan sejumlah atribut TNI, seperti seragam
pakaian dinas harian (PDH), pakaian loreng, sebuah baret, 17 butir
amunisi aktif, sebuah pistol mainan, dan sebuah proposal pemintaan dana.
"Diduga dia hendak melakukan penipuan untuk meminta dana ke sejumlah instansi maupun perusahaan," jelas Agus.
Komandan
Unit Intel Kodim 1417 Kendari Letnan Satu (Lettu) Ruslan mengatakan,
saat hendak ditangkap di kamar kosnya, Dali sempat melakukan perlawanan.
Ketika diinterogasi, Dali sempat membantah kalau seragam dan peluru
dalam kamarnya itu miliknya. Padahal, pada seragam itu tertera namanya.
Setelah
didesak, Dali akhirnya mengakui bahwa seragam dan peluru tersebut
diperoleh dari seorang temannya yang baru dia kenal beberapa waktu lalu.
Dia juga mengaku kerap membantu masyarakat yang ditilang polisi untuk
mengambil kembali surat-surat atau kendaraan yang disita polisi. Dali
kini diamankan di kantor Polisi Militer (PM) Kendari.(*/Azwirman)


0 komentar:
Posting Komentar