Bursa ketua
umum KONI Sultra adem ayem. Hingga hari ke enam sejak dibukanya pendaftaran
untuk mengganti posisi ketua yang ditinggalkan Gubernur Sultra, H Nur Alam
masih sepi peminat. Sebab, belum ada satu pun bakal calon (balon) yang
mendaftarkan diri ke tim penjaringan dan penyaringan. Sementara, pendaftaran
ini akan berakhir Rabu (22/4) mendatang.
"Memang belum ada yang
mendaftar sampai sekarang, (Rabu Siang). Tapi nanti pasti ada yang
mendaftar, kan masih ditunggu. Mungkin sekarang para calon sedang menyusun
berkas-berkas pendaftarannya. Termasuk, karena persyaratannya itu, satu orang
kandidat harus didukungan oleh minimal lima pemilik hak suara, jadi mungkin
sambil menunggu, mereka mencari dukungan dari peserta Musorprov, seperti KONI
kabupaten dan Pengprov," ucap, Sekertaris Umum (Sekum) KONI Sultra,
diruang kerjanya, Rabu (15/4).
Erickson mengatakan, meski bersifat terbuka dan siapa saja bisa mendaftarkan diri, namun panitia meminta agar para bakal calon yang akan mendaftarkan diri bisa memenuhi persyaratan yang telah dirilis sebelumnya. Sebab, persyaratan dibuat dengan mengacu pada regulasi keolahragaan yang berlaku saat ini.
"Walaupun mereka mencalonkan, tapi tidak bisa melengkapi administrasi tetap tidak bisa, syaratnya harus lima. Misalnya cuma satu orang yang lolos penjaringan, hanya satu saja yang direkomendasikan," terangnya.
Erickson meyakini bahwa banyak nama yang akan menjadi kandidat Ketum KONI. Ia menambahkan, panitia berusaha semaksimal mungkin menjaga reputasi dan kredibilitas sebagai panitia yang independen dan bekerja berdasarkan aturan yang berlaku.
" Saya yakin tidak mungkin tidak ada yang mendaftar, karena banyak kandidat, makanya kita turunkan passing grade dari sepuluh menjadi lima, biasanya akhir-akhir masa pendaftaran baru ramai pendaftar. Nanti kita lihat 22 April, karena 25 April akan di expose," tandasnya.
Untuk diketahui, jelang bergulirnya pemilihan Ketum KONI Sultra, periode 2015-2019 sejumlah nama terus mencuat. Misalnya, H Imran (Bupati Konsel), Lukman Abunawas (Sekda Sultra), Sabaruddin Labamba (Ketua PSSI Sultra) termasuk Abdul Razak (Ketua DPRD Kota Kendari). Hanya saja bagi mereka yang pejabat publik terhambat aturan olahraga. (p11)
Erickson mengatakan, meski bersifat terbuka dan siapa saja bisa mendaftarkan diri, namun panitia meminta agar para bakal calon yang akan mendaftarkan diri bisa memenuhi persyaratan yang telah dirilis sebelumnya. Sebab, persyaratan dibuat dengan mengacu pada regulasi keolahragaan yang berlaku saat ini.
"Walaupun mereka mencalonkan, tapi tidak bisa melengkapi administrasi tetap tidak bisa, syaratnya harus lima. Misalnya cuma satu orang yang lolos penjaringan, hanya satu saja yang direkomendasikan," terangnya.
Erickson meyakini bahwa banyak nama yang akan menjadi kandidat Ketum KONI. Ia menambahkan, panitia berusaha semaksimal mungkin menjaga reputasi dan kredibilitas sebagai panitia yang independen dan bekerja berdasarkan aturan yang berlaku.
" Saya yakin tidak mungkin tidak ada yang mendaftar, karena banyak kandidat, makanya kita turunkan passing grade dari sepuluh menjadi lima, biasanya akhir-akhir masa pendaftaran baru ramai pendaftar. Nanti kita lihat 22 April, karena 25 April akan di expose," tandasnya.
Untuk diketahui, jelang bergulirnya pemilihan Ketum KONI Sultra, periode 2015-2019 sejumlah nama terus mencuat. Misalnya, H Imran (Bupati Konsel), Lukman Abunawas (Sekda Sultra), Sabaruddin Labamba (Ketua PSSI Sultra) termasuk Abdul Razak (Ketua DPRD Kota Kendari). Hanya saja bagi mereka yang pejabat publik terhambat aturan olahraga. (p11)


0 komentar:
Posting Komentar